1) Migrain, kurangnya suplai oksigen pada salah satu bagian otak.
2) Gegar otak, disebabkan oleh cedera otak berupa benturan.
3) Amnesia, ketidakmampuan mengingat hal yang telah terjadi akibat cedera otak.
4) Alzheimer, berkurangnya kemampuan mengingat dan melakukan aktivitas sehari-hari (menulis, dll.) akibat usia lanjut.
5) Multiple sclerosis, degenerasi sel saraf pada sistem saraf pusat.
6) Autisme, kesulitan berkonsentrasi, bersosial-isasi, daya khayal tinggi, dan melakukan pola tingkah laku berulang yang tidak wajar.
Autisme diakibatkan gen, obat-obatan, dan ketidakseimbangan neurotransmitter di otak.
7) Skizofrenia, ketidakseimbangan neuro-transmitter dopamin di otak yang menyebabkan gangguan kejiwaan dan respons emosional yang tinggi.
8) Hidrosefalus, kelebihan cairan cerebrospinal di otak yang menyebabkan pembesaran kepala.
9) Stroke, kerusakan otak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak, dapat menyebabkan bagian tubuh lumpuh sebagian atau seluruhnya.
10) Neuritis, radang saraf karena infeksi, kekurangan vitamin B, pengaruh fisik, keracunan gas dan logam, dan obat-obatan.
11) Transeksi, kerusakan pada segmen medulla spinalis, menyebabkan kelumpuhan serta hilangnya kepekaan.
12) Parkinson, berkurangnya neurotransmitter dopamin yang menyebabkan tangan gemetar, kesulitan bergerak, otot wajah kaku.
13) Epilepsi (ayan), tidak dapatnya sistem saraf merespon rangsangan atau efektor yang bekerja tanpa diperintah/dikontrol.
Epilepsi disebabkan oleh kerusakan otak karena munculnya jaringan parut otak sewaktu kelahiran, tumor, infeksi, kelainan metabolisme, dan kecelakaan.
14) Poliomielitis, infeksi Poliovirus pada saraf motorik di otak. Gejalanya adalah sakit kepala, panas, sakit otot yang berakibat lumpuh.
15) Neurastonia (lemah saraf), akibat gen atau keracunan.
16) Meningitis, radang selaput pelindung sistem saraf pusat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar